SOCIAL MEDIA
MANAGEMENT
Belajar strategi konten, membangun portofolio, dan memulai akuisisi klien freelance.
Hari ini kita tidak hanya belajar—kita membuat.
Tiga hasil utama yang dibangun selama workshop.
PAHAM
Memahami peran Social Media Manager dan workflow profesional.
BUAT
Menyusun strategi konten dan membuat satu contoh konten.
TAWARKAN
Merancang paket jasa dan pesan untuk calon klien.
180 menit, dari peluang ke aksi
Alur dibuat agar peserta memahami, membuat, dan mencoba menjual.
00–15
Opportunity
15–40
Workflow profesional
40–75
Strategi konten
75–85
Break
85–120
Portfolio sprint
120–145
Offer & pricing
145–170
Client acquisition
170–180
Review & action
Social Media Manager bukan sekadar admin
Perannya menghubungkan tujuan bisnis, konten, distribusi, dan evaluasi.
Admin media sosial
Menjadwalkan, memantau, dan merespons sesuai arahan.
Content creator
Membuat foto, video, desain, atau materi kreatif.
Social Media Manager
Strategi, perencanaan, koordinasi, analisis, dan rekomendasi.
Satu orang bisa menjalankan beberapa peran—tetapi scope dan harga harus tetap jelas.
Siapa yang membutuhkan layanan ini?
Mulai dari bisnis yang punya layanan bagus tetapi belum memiliki sistem konten konsisten.
Personal brand
Konsultan, trainer, coach, dan profesional.
Bisnis jasa
Agensi kecil, arsitek, kontraktor, studio, dan konsultan.
UMKM
Bisnis lokal yang ingin mengelola konten lebih konsisten.
Tim marketing kecil
Bisnis yang membutuhkan dukungan produksi dan workflow.
Mulai dari tujuan bisnis
Sebelum bertanya “kontennya apa?”, tanyakan “perubahan apa yang dibutuhkan bisnis?”
Business goal
Awareness, trust, inquiry, atau penjualan.
Audience
Siapa yang ingin dijangkau dan apa kebutuhannya?
Content
Pesan apa yang relevan dan berguna?
Measurement
Data apa yang menunjukkan kemajuan?
Siklus kerja SMM profesional
Gunakan alur yang sama agar pekerjaan terukur dan ekspektasi klien jelas.
Brief yang baik menghemat revisi
Sebelum membuat konten, cari jawaban atas pertanyaan inti berikut.
- Bisnis: apa layanan utama dan keunggulannya?
- Audiens: siapa pelanggan idealnya?
- Masalah: apa kebutuhan atau hambatan audiens?
- Tujuan: apa yang ingin dicapai dari media sosial?
- Batasan: aset, tone, approval, dan jadwal seperti apa?
TumbuhBisnis Consulting
Studi kasus fiktif untuk latihan—bukan klien nyata.
Kondisi
Konten tidak konsisten, unggahan didominasi promosi, dan inquiry belum terukur.
Tantangan
Membangun kredibilitas dan membantu audiens memahami nilai konsultasi.
Tugas peserta
Susun audiens, tujuan, tiga content pillar, dan satu contoh konten.
Tentukan audiens sebelum ide konten
Hindari target terlalu luas seperti “semua orang yang punya bisnis”.
Target terlalu umum
Semua pemilik usaha yang ingin sukses.
Target lebih spesifik
Pemilik UMKM yang pemasaran digitalnya belum terstruktur dan ingin memperoleh inquiry lebih konsisten.
Bangun tiga content pillar
Pillar membantu konten tetap relevan dan seimbang.
Edukasi
Menjawab pertanyaan dan masalah audiens.
Kredibilitas
Pengalaman, proses, bukti, dan studi kasus.
Penawaran
Layanan, manfaat, FAQ, dan langkah berikutnya.
Formula konten sederhana
Gunakan struktur ini agar pesan lebih jelas.
HOOK
Menarik perhatian audiens yang relevan.
VALUE
Memberi informasi atau perspektif berguna.
EXAMPLE
Menjelaskan dengan contoh atau alasan.
CTA
Mengajak tindakan yang sesuai tujuan.
Carousel edukasi: 5 slide
Tujuan simulasi: awareness dan membangun kepercayaan.
Pilih KPI sesuai tujuan
Jangan menilai semua konten hanya dari likes atau follower.
Awareness
Reach, impressions, views.
Engagement
Komentar bermakna, shares, saves, engagement rate.
Traffic
Link clicks dan profile actions.
Leads
Inquiry, formulir, dan prospek berkualitas.
Portofolio tidak harus menunggu klien
Buat spec case study dan beri label simulasi jika belum ada hasil nyata.
Jual deliverables yang jelas
Harga contoh untuk latihan; sesuaikan dengan waktu, kemampuan, scope, dan kebutuhan klien.
Audit
Review akun + rekomendasi.
Starter
8 konten + caption + kalender.
Growth
12 konten + strategi + laporan.
Harga bukan angka tebakan
Hitung waktu dan biaya sebelum memutuskan tarif.
Target omzet
Contoh latihan per bulan.
Biaya operasional
Contoh latihan per bulan.
Waktu kerja
Contoh latihan per bulan.
Alur memperoleh klien
Jangan langsung menawarkan paket sebelum memahami kebutuhan.
Pilih bisnis relevan.
Temukan peluang spesifik.
Kirim pesan personal.
Pahami tujuan dan scope.
Contoh pesan pendekatan
Personalisasi berdasarkan temuan nyata. Jangan mengaku sudah melakukan audit jika belum.
Saya melihat ada peluang untuk mengembangkan konten tentang [peluang spesifik] agar lebih relevan dengan audiens.
Saya membantu personal brand dan bisnis jasa merencanakan konten secara strategis. Jika berkenan, saya bisa berbagi dua ide konten yang mungkin cocok untuk bisnis Kakak.
Apakah Kakak terbuka untuk berdiskusi singkat?
Untuk klien internasional: bukti + komunikasi
Bahasa Inggris membantu, tetapi portofolio dan kejelasan scope tetap penting.
Portfolio
Studi kasus jelas; hasil nyata dibedakan dari simulasi.
Proposal
Scope, deliverables, timeline, revisi, dan pembayaran.
Channels
LinkedIn, marketplace freelance, referrals, direct outreach.
Mulai dengan tools sederhana
Tidak perlu membeli banyak tools sebelum ada kebutuhan nyata.
Plan
Google Docs / Sheets
Design
Canva
Publish
Meta Business Suite
Coordinate
Google Drive / Notion
Measure
Native analytics + Sheets
Protect
Permission sesuai peran; jangan berbagi password sembarangan.
Tujuh hari setelah workshop
Keterampilan tumbuh melalui eksekusi, feedback, dan perbaikan.
Hari 1
Pilih satu bisnis dan isi brief.
Hari 2
Tentukan audiens dan tiga content pillar.
Hari 3
Buat satu konten, caption, dan CTA.
Hari 4
Susun mini case study.
Hari 5
Riset lima calon klien.
Hari 6
Kirim 1–3 pesan personal.
Hari 7
Review hasil dan rencanakan follow-up.
Apakah Anda sudah punya aset awal?
Centang setelah Anda menyelesaikan atau menyiapkan setiap output.
YOUR FIRST CLIENT
STARTS WITH ONE STEP.
Buat satu solusi. Mulai satu percakapan.
Terima kasih telah belajar bersama.